Senin, 04 Juni 2012

Rumah rusak akibat gempa Sukabumi ada 68 unit


 Dari hasil laporan tim yang ada di setiap kecamatan sampai pukul 00.00 WIB ini tercatat 68 rumah rusak baik masuk dalam kategori rusak ringan, sedang dan berat,


Laporan tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi yang berada di setiap kecamatan sampai saat ini terhitung pukul 00.00 WIB Selasa, (5/6) rumah rusak akibat gempa Sukabumi menjadi 68 unit.

"Dari hasil laporan tim yang ada di setiap kecamatan sampai pukul 00.00 WIB ini tercatat 68 rumah rusak baik masuk dalam kategori rusak ringan, sedang dan berat," kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo kepada ANTARA, Selasa. 

Dari data BPBD rumah rusak yang masuk dalam kategori ringan sebanyak 33 unit, rusak sedang 29 unit dan rusak berat 29 unit yang tersebar di enam kecamatan yakni Tegal Buleud, Cidolog, Pabuaran, Simpenan, Sagaranten dan Ciemas. 

Dengan rincian sebanyak 33 unit rumah rusak ringan di Desa Nangela, Kecamatan Tegal Buleud yang berada di tiga kampung yakni Cikupa, Pasirsalam, dan Sinar Muda. Kemudian di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog sebanyak lima rumah rusak berat, 10 unit rusak sedang, Desa Cidolog 15 unit rusak sedang dan Desa Cipamingkis rusak sedang dua unit.

Kecamatan Pabuaran satu unit rumah rusak ringan. Desa Maragaluyu, Kecamatan Sagaranten satu rumah rusak sedang, kemudian di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan satu rumah rusak sedang dan satu unit rumah rusak sedang di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.

"Jumlah rumah yang rusak masih sementara dan bisa saja terus bertambah menjelang pagi dan siang hari," tambahnya. 

Sementara dikatakan Usman, bantuan dasar untuk para korban bencana gempa bumi yang berpusat di 121 km Barang Daya Kabupaten Sukabumi dengan kekuatan 6,1 Skala Richter akan diberikan pada pagi hari."Bantuan kami kirim pada pagi hari dan langsung disalurkan kepada para korban, selain itu kami pun akan meninjau langsung rumah yang rusak," kata Usman.



Sumber : antaranews.com

HATI-HATI BELI BBM SUBSIDI, BISA DITANGKAP POLISI…



ANEH bin membingungkan hidup di negeri yang ekonominya tumbuh 6 persen lebih, PDB-nya sudah mencapai Rp 7247 triliun dan pendapatan per kapitannya per tahun Rp 30 juta tapi beli BBM dibikin susah.

Kalau zaman malaise layaklah. Masak harus ada dipasang stiker supaya tidak beli BBM bersubsidi. Dijagain lagi dan kalau ketahuan yang dibeli bukan BBM non subsidi, si pembeli akan “ditilang”. Nah kalau terjadi denda damai, kados pundi,kepriben, kata orang Tegal. Pek jigo bereslah urusan beli BBM di SPBU.

Cita-cita para pemimpin negeri ini luhur, ambisius mau bikin MP3EI, mau bangun Kawasan Ekonomi Khusus, ingin dihargai bangsa lain, sampai tega beri grasi ratu ganja. Eeh.. eeh, mau beli BBM saja mesti dipasangin stiker. Opo tumon, malu ah. Tapi ya sudah, nanti dibilangin ngeledek lagi. Mudah-mudaha tidak dituduh subversi atau tukang kompor. Maafin ya kalau adasale-sale kita.

Sebagai rakyat, soal hemat menghemat sudah biasa dan paham betul alias gak usah diajarin. Kalau lagi nggak punya dokuya siap nggak merokok dan kalau nggak bisa beli gula, kopi dan teh, ya minum air putih saja cukup. Lagian kata dokter, banyak minum air putih menyehatkan.

Rakyat lebih setuju kalau harga BBM naik, asal sekolah 12 tahun benar-benar gratis. Golongan tidak mampu juga kalau berobat ke rumah sakit digratiskan saja tapi pelayanannya prima dan tidak dicemberutin.

Di Universitas Pamulang, belanja kuliah per mahasiswa per tahun hanya Rp 1,8 juta atau per semester hanya Rp 900 ribu. Tapi menurut standar Dikti Kemendikbud, belanja per mahasiswa per tahun, 10 kali lipatnya yaitu Rp 18 juta. Wah bedanya antara bumi dan langit ya. Jangan ada yang “dikorupsi”, penuh curiga pertanyaannya.

Sekali lagi tidak ada niat mau menuduh. Yang pasti kita mau, korupsi diberantas saja tanpa pandang bulu. Siapa-pun itu yang korupsi, apakah pejabat, anak pejabat, istri pejabat, suami pejabat dari erte sampai presiden, harus dibasmi. Jangan hanya berucap dan dengan mata melotot “Katakan Tidak”, tapi kenyataannya “emboh ora weruh”, ujar saudara-sudara kita di desa-desa di Jawa Tengah sana.

Rasanya kalau disuruh milih harga BBM naik atau pelaku kejahatan korupsi ditindak tanpa pandang bulu dan kalau terbukti diganjar hukuman berat, pasti rakyat akan setuju BBM dinaikkan.

Negeri ini susah, karena korupsi bukan soal subsidi. Negeri ini tak mampu bayar subsidi karena boros. Ini pikiran dan curhatnya wong cilik. Mudah-mudahan wong gede lan duwur pangkate dan jabatane podo ngertenilan podo siuman dan sadar bahwa pasti ada yang salah ngurus negeri ini. Maaf bapake. Semoga kehidupan kita semua menjadi lebih baik dan lebih mulia.Yang sudah ya sudah dan salah segera diperbaiki. ***

Sumber : tubasmedia.com

Gempa Sukabumi Subduksi



Jakarta: Gempa bumi berkekuatan 6,1 Scala Richter yang mengguncang Kabupaten dan Kota Sukabumi adalah gempa subduksi.

"Berdasarkan analisis dari pakar gempa, gempa bumi yang terjadi di bagian selatan Jawa Barat petang (4/6) ini, kemungkinan terjadi karena pertemuan lempeng bumi atau gempa subduksi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui layanan pesan singkat di Jakarta, Senin (4/6) malam.

Menurut dia, pertemuan lempeng bumi tersebut berada di posisi 50 kilometer dari garis pantai selatan Jawa Barat. Posisi pusat gempa saat ini sekitar 100 kilometer sebelah barat dari pusat gempa pada September 2011.

"Akibat gempa bumi tersebut menurut pakar gempa, terjadi pergeseran pada bidang gempa sekitar 50 sentimeter," katanya.

Ia mengatakan, gempa bumi itu dirasakan cukup kuat oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi, sehingga membuat mereka berhamburan ke luar rumah. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa baik dari masyarakat maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi.

"BPBD Sukabumi hingga saat ini masih terus melakukan pemantauan dan pendataan," katanya.

Gempa bumi berkekuatan 6,1 SR mengguncang Kabupaten dan Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 18:18:13 WIB, sedangkan getarannya dirasakan hingga Jakarta.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa di 7,99 Lintang Selatan dan 106,19 Bujur Timur.

Pusat gempa tersebut di kedalaman 24 kilometer dan berlokasi 121 kilometer barat daya Kabupaten Sukambumi, Jawa Barat. Getaran gempa juga dirasakan cukup keras hingga pusat Jakarta.

Sumber : metrotvnews.com

Minggu, 03 Juni 2012

Gerhana Bulan Sebagian akan Terlihat di Indonesia 4 Juni Besok

foto: ilustras

Jakarta Gerhana bulan sebagian akan terjadi pada 4 Juni, Besok. Jika langit cerah, gerhana ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. 

"Pada prinsipnya bisa dilihat di seluruh Indonesia, namun di Indonesia timur seluruh proses gerhana ini terlihat seluruhnya," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lapan, Thomas Jamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (3/6/2012).

Thomas mengatakan, gerhana bulan sebagian ini akan terjadi pada pukul 17.00 WIB hingga 19.06 WIB. Akibatnya untuk Indonesia bagian barat, proses gerhana sudah terjadi saat bulan belum terbit. 

"Untuk Indonesia bagian Barat gerhana sudah mulai terjadi saat bulan belum terbit, sedangkan di Indonesia timur saat bulannya sudah terbit," katnaya. 

Thomas menyatakan, bagi umat muslim yang ingin salat gerhana waktunya dari Magrib hingga Isya. Menurutnya saat gerhana bulan sebagian terjadi sepertiga sisi purnama akan gelap karena terhalang bayangan bumi. 

"Bagian kanan purnama akan gelap sampai pukul 19.06 WIB," katanya. 

Sebelumnya pada, Senin (21/5) lalu, terjadi gerhana matahari pertama di tahun 2012 ini. Fenomena alam ini akan terjadi sejak matahari terbit mulai dari wilayah Cina hingga berakhir di Amerika Serikat. Gerhana matahari tidak akan terjadi secara penuh, namun yang terjadi adalah gerhana matahari cincin.



Sumber : detik.com